NILAI EKONOMI PENGGUNAAN POLLARD DALAM RANSUM KOMERSIAL BABI PERANAKAN LANDRACE FASE PERTUMBUHAN

  • Tedy Bana universitas Nusa Cendana
  • Winfrit Albert Lay universitas Nusa Cendana
  • Sirilius S. Niron universitas Nusa Cendana
Keywords: babi peranakan landrace, CP 552, pollard, ekonomis, keuntungan

Abstract

The aim of this study was to determine the economical value of pollard inclusion in the ration of landrace crossbred pigs. Twelve - 10 weeks old young female pigs (Landrace Crossbred; initial body weight 34–49,5 kg; CV 13,34%) were used in this study following a Randomized Completely Block Design (RCBD) with 4 treatments and 3 blocks as replication. The feed treatments offered were: R0 = 100% commercial feed CP 552; R1= 95% CP 552 + 5% pollard; R2 = 90% CP 552 + 10% pollard; and R3 = 85% CP 552 + 15% pollard. The results of this study indicated that inclusion of 5–15%  pollard to substitute the CP 552 had significantly increased (P < 0,01) the economic value of income over feed cost (IOFC) and income. Similarly, inclusion of 5–15% pollard to substitute the CP 552 had also significantly increased (P < 0,05)  feed cost efficiency economy and operational cost of landrace crossbred pigs.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi penggunaan pollard dalam ransum komersial babi Peranakan Landrace fase pertumbuhan. Dua belas ekor babi betina peranakan landrace berumur 10 minggu dengan bobot badan awal antara 34–49,5 kg (koefisien variasi 13,34%), sehingga digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 perlakuan ransum dan 3 kelompok sebagai ulangan. Keempat ransum perlakuan tersebut masing-masing: R0 = 100% ransum komersial CP 552, R1 = 95% CP 552 + 5% pollard, R2 = 90% CP 552 + 10% pollard, dan R3 = 85% CP 552 + 15% pollard. Hasil dari penelitian ini terbukti bahwa penggunaan pollard dengan level 5-15% sebagai pengganti ransum komersial CP 552 menghasilkan peningkatan nilai ekonomi yang sangat nyata (P < 0,01) pada income over feed cost (IOFC) dan pendapatan, dan nyata (P < 0,05) pada efisiensi ekonomi penggunaan pakan, efisiensi ekonomi operasional pemeliharaan babi betina peranakan landrace fase pertumbuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bire DM. 2016. Efisiensi ekonomi substitusi ransum basal dengan tepung daun singkong (Manihot utilissima) terfermentasi pada pemeliharaan babi peranakan landrace fase pertumbuhan. Skripsi. Fakultas Pertanakan, Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Kiramang K. 2011. Berat badan akhir, konversi ransum dan income over feed and chick cost ayam broiler dengan pemberian ransum komersial. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin. Makassar. Jurnal Teknosains. 5 (1): 15-25
Kojo RE, Panelewen VVJ, Manese MAV, Nansi S. 2014. Efisiensi penggunaan input pakan dan keuntungan pada usaha ternak babi di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Zootek 34 (1) : 62-74
Kueain YA, Suamba IK, Wijayanti PU. Analisis finansial usaha peternakan babi (Studi kasus peternakan babi ud karang di Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung). Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Denpasar. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. Vol. 6, No. 1, Januari 2017. 2301-6523: 96-104
Nasoetion MN. 2011. “Metode data envelopment analysis (DEA)”. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Jawa Tengah.
Pardosi U. 2011. Teknik produksi dan reproduksi ternak babi pada beberapa sentra peternakan babi rakyat di Kabupaten Deliserdang yang Berbatasan dengan Kotamadya Medan. Laporan Penelitian. Universitas HKBP. Medan.
Parera H, Jacob JM. 2016. Peningkatan manajemen kesehatan babi dan pertanian terpadu di Kelompok Mawar dan Kelompok Lorosae. Prodi Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri. Kupang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan. Vol. 1 (1): 19-31
Putri ICK. 2013. Analisis pendapatan petani kakao di Kabupaten Parigi Moutong. Universitas Sam Ratulangi. Manado. Jurnal EMBA Vol.1 (4): 2195-2205
Kusuma HA, Mukhtar A, Dewanti R. 2011. Pengaruh tingkat pembatasan pemberian pakan (restricted feeding) terhadap performan ayam broiler jantan. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jurnal Sains Peternakan. Vol. 14 (1): 43-51
Risnajati D. 2011. Pengaruh tingkat penambahan tepung daun singkong dalam ransum komersial terhadap performa broiler strain CP 707. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. Vol. 24 (2) : 62-67
Sihombing DTH.1997. Ilmu Ternak Babi. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.
Sihombing DTH. 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Silalahi M, Sinaga S, Benedictus. 2012. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babi terhadap pertumbuhan dan konversi ransum. Fakultas Peternakan Universitas Pajajaran. Bandung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Volume 12 (1): 21-27
Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb Douglas. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Tanewo M, Paga A, Hadisutanto B. Status hematologis broiler yang diberikan tepung sangrai biji asam tanpa kulit. Politeknik Pertanian Negeri. Kupang. Jurnal Kajian Veteriner. Volume 3 (1): 43-51.
Published
2018-12-31
How to Cite
Bana, T., Lay, W., & Niron, S. (2018). NILAI EKONOMI PENGGUNAAN POLLARD DALAM RANSUM KOMERSIAL BABI PERANAKAN LANDRACE FASE PERTUMBUHAN. JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN, 5(2), 99-107. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/nukleus/article/view/842
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.