HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA TERHADAP KEJADIAN NECK PAIN PADA PENJAHIT DI DAERAH KUANINO KOTA KUPANG
PDF

Keywords

Sikap kerja, Neck pain, Penjahit

How to Cite

As-Syifa, R., Hutasoit, R., & Rambu Kareri, D. (2020). HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA TERHADAP KEJADIAN NECK PAIN PADA PENJAHIT DI DAERAH KUANINO KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 164-171. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3483

Abstract

Nyeri leher (neck pain) merupakan  sensasi  tidak nyaman di sekitar leher yang sering dikeluhkan dan menjadi alasan pasien untuk datang berobat ke dokter. Gejala yang terjadi pada nyeri leher antara lain nyeri di daerah leher dan kaku, sakit kepala, nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, dan tangan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi neck painseperti  faktor lingkungan pekerjaan yang terdiri dari tata letak ruangan, suhu ruangan, pencahayaan.Selain itu juga terdapat faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan juga sikap kerja.Sikap kerja tidak ergonomis pada saat menjahit dalam waktu lama menyebabkan kelelahan otot.Kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran darah terganggu yang menstimulasi terjadinya metabolisme anaerobik, sehingga terjadi penimbunan asam laktat yang dapat menimbulkan nyeri ataupun kerusakan otot, sendi, ligamen pada leher, sakit kepala.Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan sikap kerja dengan kejadian neck pain pada penjahit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara sikap kerja dengan kejadian neck pain pada penjahit di Daerah Kuanino Kota Kupang. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada penjahit di daerah Kuanino Kota Kupang dengan cara mengisi kuesioner dan melakukan penilaian sikap kerja dengan menggunakan RULA Worksheet. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 33 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Somers’d. Hasil pada penelitian ini dapat diketahui bahwa 19 orang memiliki sikap kerja berisiko sedang. Kejadian nyeri leher dengan disabilitas sedang dialami oleh 13 responden. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Somers,ddiperoleh nilai p= 0,01 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan kejadian neck pain pada penjahit di Daerah Kuanino Kota Kupang.

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3483
PDF

References

Bagi Dinas Kesehatan pelayanan kesehatan seperti penyuluhan mengenai tata cara melakukan sikap kerja yang benar kepada para pekerja seperti penjahit, pekerja yang bekerja di depan komputer, pengrajin dan lain-lain untuk mencegah terjadinya nyeri leher.

2. Bagi penjahit pada saat bekerja sebaiknya melakukan sikap kerja yang baik seperti posisi tubuh tegak, dada terangkat, bahu tidak kaku, dagu masuk, kepala, leher dalam posisi sedikit merunduk.Selain itu sebaiknya penataan tempat kerja lebih diperhatikan agar alat-alat kerja tidak berhimpitan sehingga bekerja dengan leluasa.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya sebaiknya diteliti lebih lanjut pada lokasi penelitian lebih dari satu kelurahan atau satu kota, dan faktor lain yang dapat menyebabkan nyeri leher sebaiknya juga diteliti dan menyertakan pemeriksaan fisik dan penunjang.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hurwitz EL, Randhawa K, Yu H, Côté P, Haldeman S. The Global Spine Care Initiative: a summary of the global burden of low back and neck pain studies. European Spine Journal. 2018 Sep 1;27(6):796-801.

2. Hurwitz, E.L., Randhawa, K., Torres, P. et al. The Global Spine Care Initiative: a systematic review of individual and community-based burden of spinal disorders in rural populations in low- and middle-income communities. Eur Spine J (2018) 27(Suppl 6): 802.

3. Westergren H, Larsson J, Freeman M, Carlsson A, Jöud A, Malmström EM. Sex-based differences in pain distribution in a cohort of patients with persistent post-traumatic neck pain.Disability and rehabilitation. 2018 Apr 24;40(9):1085-91.

4. Yang H, Hitchcock E, Haldeman S, Swanson N, Lu ML, Choi B, Nakata A, Baker D. Workplace psychosocial and organizational factors for neck pain in workers in the United States.American journal of industrial medicine. 2016 Jul;59(7):549-60.

5. Setyowati S, Widjasena B, Jayanti S. Hubungan Beban Kerja, Postur Dan Durasi Jam KerjaDengan Keluhan Nyeri Leher pada Porter di Pelabuhan Penyebaran Ferry Merak-Banten. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2017 Oct 1;5(5):356-68.

6. De Vries J, Ischebeck BK, Voogt LP, Van Der Geest JN, Janssen M, Frens MA, Kleinrensink GJ. Joint position sense error in people with neck pain: a systematic review. Manual therapy. 2015 Dec 1;20(6):736-44.

7. Boneka AN, Kawatu PA, Joshephus J. Hubungan Antara Beban Kerja dengan Keluhan Nyeri Leher pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Bitung. Media Kesehatan. 2017;9(3).

8. Tunwattanapong P, Kongkasuwan R, Kuptniratsaikul V. The effectiveness of a neck and shoulder stretching exercise program among office workers with neck pain: a randomized controlled trial. Clinical rehabilitation. 2016 Jan;30(1):64-72.

9. Izzati T, Ardyanto D. Analisis Tingkat Kelelahan Subyektif Berdasarkan Sikap Kerja Penjahit Industri Konveksi. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2019 Jan 15;7(3):291-9.


10. Suryani AE. Hubungan Sikap Kerja terhadap Kejadian Neck Pain pada Penjahit di Pasar Besar Kota Malang.Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2018 Mar 15;7(2):352-9.

11. Asali A, Widjasena B, Kurniawan B. Hubungan Tingkat Pencahayaan dan Postur Kerja dengan Keluhan Nyeri Leher Operator Jahit PO. Seventeen Glory Salatiga. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2017 Dec 14;5(5):10-9.


12. Lee H, Hübscher M, Moseley GL, Kamper SJ, Traeger AC, Mansell G, McAuley JH. How does pain lead to disability? A systematic review and meta-analysis of mediation studies in people with back and neck pain. Pain Medicine. 2015 Jun 1;156(6):988-97.

13. Jun D, Zoe M, Johnston V, O’Leary S. Physical risk factors for developing non-specific neck pain in office workers: a systematic review and meta-analysis. International archives of occupational and environmental health. 2017 Jul 1;90(5):373-410.


14. Pereira M, Comans T, Sjøgaard G, Straker L, Melloh M, O’Leary S, Chen X, Johnston V. The impact of workplace ergonomics and neck-specific exercise versus ergonomics and health promotion interventions on office worker productivity: A cluster-randomized trial. Scandinavian journal of work, environment & health. 2019;45(1):42-52.

15. Icsal M, Sabilu Y, Pratiwi AD. Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Penjahit Wilayah Pasar Panjang Kota Kendari Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2016;1(2).


16. Bragatto MM, Bevilaqua‐Grossi D, Regalo SC, Sousa JD, Chaves TC. Associations among temporomandibular disorders, chronic neck pain and neck pain disability in computer office workers: a pilot study. Journal of oral rehabilitation. 2016 May;43(5):321-32.

17. Wurm M, Flink I, Tillfors M, Boersma K. External and internal social factors as risk factors for the development of back/neck pain in Swedish adolescents. In10th Congress of the European Pain Federation (EFIC 2017), Pain in Europe, Copenhagen, Denmark, September 6-9, 2017 2017.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.