Tantangan dan Hambatan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Dalam Melaksanakan Tugasnya Di Kota Kupang
Main Article Content
Abstract
The Witness and Victim Protection Agency (LPSK) has a role in the criminal justice system, especially in providing protection and assistance to witnesses and victims. This study aims to identify the challenges and obstacles faced by witness and victim protection institutions in carrying out their duties and to determine the efforts of witness and victim protection insititutions in overcoming the challenges and obstacles in carrying out their duties.The approach method used in this study is descriptive research with an indepth interview method with representatives of the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) in Kupang City. This study explores various aspects that influence the effectiveness of the performance of the Witness and Victim Protection Agency (LPSK). The results of the study indicate that the main challengs faced by the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) include limited budget or funds from the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) available so that it affects professionsls in carrying out their duties and in handing cases there is a lack of personnel or Human Resources (HARI). The challenges and obstactels faced by the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) in carrying out its duties in Kupang City indicate the need to actively increase publik awareness in supporting the protection of witnesses and victims, increase socialization and public understanding of the role and function of the witnesses and Victim Protection Agency (LPSK) and resources to optimize protection and recovery for witnesses and victims of criminal acts in the area.
Downloads
Article Details
References
Achmad Soleh. “Perlindungan.” Jurnal Perlindungan 5, no. 1 (Jakarta: LPSK, 2015), 55.
Asshidiqie, Jimly. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MK RI.
Azhary, Muhammad Tahir. Negara Hukum Indonesia: Analisis Yuridis Normatif tentang Unsur-Unsurnya. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1995.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi. Jakarta: BPK RI, 2021.
Eddyono, Supriyadi Widodo. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban di Indonesia: Sebuah Pemetaan Awal. Cet. 1. Jakarta: Indonesia Corruption Watch, 2007.
Fyfe, Nicholas R. Perlindungan Saksi Terintimidasi. Jakarta: ELSAM, 2006.
Hermawan, I Nyoman A. Wawancara oleh penulis, Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kupang, 5 Agustus 2024.
Ibrahim, Johnny. Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 2006.
Kusumaatmadja, Mochtar. Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan. Bandung: Alumni, 2002.
Martanto, Syahrial. Wawancara oleh penulis, Tenaga Ahli Divisi Pemenuhan Hak Saksi dan Korban, Jakarta, 23 Agustus 2016.
Muhadar, Prof. Dr., S.H., M.Si., Edi Abdullah, S.H., M.H., dan Husni Thamrin, S.H., M.H. Perlindungan Saksi dan Korban dalam Sistem Peradilan Pidana. Surabaya: ITS Press, 2009.
Muhadar, Edi Abdullah, dan Husi Thamrin. Perlindungan Saksi dan Korban dalam Sistem Peradilan Indonesia. Surabaya: PMN, 2010.
Peraturan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Nomor 5 Tahun 2010 tentang Tugas dan Fungsi LPSK
Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.
Romli Atmasasmita. Sistem Peradilan Pidana: Perspektif Eksistensialisme dan Abolisionisme. Bandung: Bina Cipta, 1996.
Semendawai, Abdul Haris. “Perlindungan.” Jurnal Perlindungan 5, no. 1 (2015), 1–2.
Shite, Romany, dan Tim Departemen Kriminologi UI. Kedudukan dan Hak-Hak Korban dalam Tata Peradilan Pidana: Reparasi dan Kompensasi Korban dalam Restorative Justice System. Jakarta: LPSK.
Soekanto, Soerjono, dan Sri Mahmudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.
Soekanto, Soerjono. Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Rajawali Pers, 2022.
Supriyadi Widodo Eddyono. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban di Indonesia: Sebuah Pemetaan Awal. Cet. 1. Jakarta: Indonesia Corruption Watch, 2007.
Syamsul Arifin. Pengantar Hukum Indonesia. Medan: Medan Area University Press, 2012.
Yesmil Anwar, dkk. Sistem Peradilan Pidana: Konsep dan Komponen Pelaksanaannya dalam Penegakan Hukum di Indonesia. Bandung: Widya Padjadjaran, 2009.
Zakaria. Peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam Upaya Perlindungan terhadap Whistleblower. Makassar: Universitas Hasanuddin, 2015.
Zainal. “Catatan atas Konsep Perlindungan Korban.” Diakses 8 Agustus 2024, pukul 22.27 WIB. http://zainal78.blogspot.co.id/2014/01/catatan-atas-konsep-perlindungan-korban.html.
Zulfikar, M. “Denny: Ada Tiga Kelemahan RUU KUHAP.” Tribunnews, April 10, 2013. http://www.tribunnews.com/2013/04/10.
Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban