Penerapan Inseminasi Buatan Ternak Babi pada Kelompok Harapan Baru di Desa Payola Umbu, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya

  • Ulrikus Romsen Lole(1*)
    Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP), Undana
  • Petrus Kune(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Daud Amalo(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • Bernardus Andi Bulu(4)
    Universitas Katolik Weetabula
  • (*) Corresponding Author

Abstrak

Abstrak

Penurunan populasi ternak babi sebagai akibat terserang virus ASF dan pemotongan ternak babi dalam jumlah besar pada berbagai kebutuhan sosial-budaya dan ekonomi, telah berakibat langsung pada kelangkaan pasokan ternak babi sekaligus peningkatan harga ternak yang sangat tinggi di Kabupaten SBD. Pemeliharaan ternak babi secara tradisional sulit untuk melakukan peningkatan populasi secara masif dan signifikan. Selain meningkatkan upaya biosekuriti, penerapan teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan (IB) pada ternak babi di SBD sangat urgen untuk peningkatan populasi secara mudah dan murah. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah penyuluhan dan pelatihan IB kepada kelompok peternak Harapan Baru sebanyak 25 peserta (mencakup peternak babi, pemuda dan mahasiswa setempat) untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penerapan IB. Materi penyuluhan mencakup pemeliharaan induk dan pejantan, pengamatan berahi, penampungan semen, aplikasi teknologi IB, membantu kelahiran dan pemeliharaan anak babi secara baik.  IB dilakukan pada 2 induk babi yang diketahui sedang berahi. Aplikasi berjalan lancar dan disaksikan oleh seluruh peserta dengan motivasi yang kuat dan antusiasme yang tinggi. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, ternak babi yang di-IB dalam kegiatan PKM tersebut telah berhasil bunting dan melahirkan dengan normal anak babi yang sehat dengan jumlah anak masing 4 ekor (dari induk bunting pertama kali) dan 9 ekor (dari induk yang sudah pernah bunting sebelumnya).

Kata kunci: babi, pelatihan, inseminasi buatan

 

Abstract

The decline in the pig population due to the ASF virus and the large-scale slaughter of pigs for various socio-cultural and economic needs has directly resulted in a shortage of pig supplies and a very high increase in livestock prices in SBD Regency. Traditional pig farming makes it difficult to increase the population massively and significantly. In addition to improving biosecurity efforts, the application of reproductive technology in the form of artificial insemination (AI) in pigs in SBD is very urgent for easy and affordable population increase. The method used in this PKM was AI counseling and training for the Harapan Baru farmer group of 25 participants (including pig farmers, local youth and students) to increase knowledge and skills related to the application of AI. The extension materials included the maintenance of sows and bulls, monitoring estrus, semen collection, application of AI technology, assisting in the birth and proper care of piglets. AI was performed on two sows known to be in estrus. The application went smoothly and was witnessed by all participants with strong motivation and high enthusiasm. Based on monitoring and evaluation results, the pigs in the PKM program successfully became pregnant and gave birth to healthy piglets, with four piglets (from the first-time sow) and nine piglets (from the previously pregnant sow).

Keywords: pigs, training, artificial insemination

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

PlumX Metrics

Diterbitkan
2025-12-29
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##