Komunikasi Peer-to-Peer Berbasis Komunitas dalam Penanggulangan HIV/AIDS pada Kelompok Berisiko Tinggi

  • Rumyeni Rumyeni Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Noor Efni Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Ringgo Eldapi Yozani Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Arina Himatul Husna Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Denisa Nurmalia Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
Keywords: Komunikasi peer-to-peer, HIV/AIDS, PSP, LSL, CBPR

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global dimana Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV). Pendekatan komunikasi kesehatan konvensional yang bersifat top-down terbukti kurang efektif menjangkau kelompok berisiko tinggi seperti Pekerja Seks Perempuan (PSP) dan Lelaki Seks Lelaki (LSL). Komunikasi peer-to-peer merupakan strategi penting dalam penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok berisiko tinggi dimana terdapat kedekatan emosional dan kepercayaan di antara sesama anggota komunitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jaringan komunikasi, pengalaman komunikasi, serta kebutuhan dan preferensi komunikasi peer-to-peer pada kelompok berisiko tinggi di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 4 orang informan dari kelompok berisiko tinggi, dan 5 orang stakeholder melalui FGD. Penelitian dilakukan di Kota Pekanbaru selama bulan Agustus-Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi pada PSP bersifat personal-individual dengan struktur berpusat pada mami atau mucikari, sementara LSL membentuk jaringan berbasis virtual-komunal dengan figur "ayam" sebagai koordinator. Pengalaman komunikasi peer-to-peer menciptakan hubungan non-judgmental, meskipun terdapat tantangan privasi dan conflict of interest. Kebutuhan komunikasi mencakup pendekatan bertahap, sensitivitas konteks, dan dukungan berkelanjutan.

Published
2026-07-23
How to Cite
Rumyeni, R., Efni, N., Yozani, R., Husna, A., & Nurmalia, D. (2026). Komunikasi Peer-to-Peer Berbasis Komunitas dalam Penanggulangan HIV/AIDS pada Kelompok Berisiko Tinggi. Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 15(2), 337-357. https://doi.org/10.35508/jikom.v15i2.10032
Section
Articles