Konstruksi Desain Pesan Visual dalam Kampanye Kesetaraan Gender di Instagram
Analisis Visual akun @tenggarantt
Abstract
Kesetaraan gender masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga media sosial dimanfaatkan sebagai salah satu ruang kampanye untuk membangun kesadaran publik melalui komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana desain pesan visual pada akun Instagram @tenggarantt dikonstruksi serta bagaimana pesan kesetaraan gender direpresentasikan dalam konteks sosial-budaya NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual berbasis Visual Grammar dari Kress dan van Leeuwen serta teori representasi Stuart Hall. Data penelitian berupa lima unggahan visual Instagram yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansinya dengan isu gender, feminisme, dan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @tenggarantt secara konsisten memanfaatkan elemen visual seperti ilustrasi, warna, simbol, dan komposisi untuk membangun narasi kesetaraan gender yang kritis dan kontekstual. Perempuan direpresentasikan sebagai subjek berdaya dan agen perubahan sosial, sementara relasi gender ditampilkan secara inklusif dan kolaboratif. Visual kampanye tidak bersifat netral, melainkan berfungsi sebagai praktik representasi yang mengonstruksi makna dan menantang nilai-nilai patriarkal yang dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai ruang edukasi digital yang aman dan efektif untuk meningkatkan literasi gender, terutama bagi remaja dan generasi muda di wilayah 3T.
Copyright (c) 2026 Meylisa Yuliastuti Sahan, Maria Florencia Yunita Bello, Aplonia Nelci Ke Lomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










The articles in Jurnal Communio are licensed under a