Maskulinitas Hibrida
Teater Visual Tubuh Laki-laki di Instagram
Abstract
Konstruksi maskulinitas yang terjadi dalam masyarakat digital kontemporer tidak lagi dipahami sebagai realitas biologis yang statis, melainkan sebagai sebuah performativitas visual dan sosial yang terus menerus di intrepretasi ulang dan dinegosiasikan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar elemen identifikasi maskulinitas di produksi dan di reproduksi melalui ruang-ruang simbolik media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode analisis retorika visual oleh Cara A. Fannigan dan teori Identifikasi Kenneth Burke. Sumber data merupakan unggahan dari akun instagram Jefri Nichol dan BTS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa figur publik Jefri Nichol dan BTS menggunakan inkomgruitas visual secara terstruktur untuk menciptakan kosubstansialitas dengan audience yang terfragmentasi. Tubuh laki-laki bergeser dari sekedar wujud dominasi fisik menjadi panggung performa estetik dan objek komodifikasi digital. Hasil penelitian juga membongkar tiga tipologi utama maskulinitas di era digital, yaitu: soft masculinity, yang berani mendobrak batas biner gender, Hard masculinity, yang muncul sebagai reaksi pertahanan hegemonik masyarakat dengan kultur tradisional yang kuat, dan Hybrid-religius maskulinitas, yaitu konstruk unik yang lahir dari negosiasi gaya hidup subkultur urban dengan kesalehan religius. Simpulan penelitian menegaskan bahwa media sosial tidak hanya memproduksi, tetapi juga mereproduksi maskulinitas sebagai identitas hibrida yang cair, dengan meminjam atribut feminitas tubuh laki-laki untuk memperluas definisi maskulinitas tanpa melepaskan privilese patriartki kultural yang telah ada.
Kata-kata Kunci: Identitas Gender; Instagram; Maskulinitas; Retorika Visual; Tubuh laki-laki.
Copyright (c) 2026 Uliviana Restu Handaningtias, Andi Mirza Ronda, Mikhael Dua

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










The articles in Jurnal Communio are licensed under a