Publication Ethic

Tim Editor Jurnal akan melakukan pengecekan plagiasi terhadap semua artikel yang masuk ke redaksi kami.

Berdasarkan Panduan Editorial Pengelolaan Jurnal Ilmiah Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional 2020, ada beberapa jenis plagiasi yaitu:

1.Plagiasi Langsung (Direct Plagiarism). Plagiasi langsung adalah menyalin setiap kata dari karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya, atau tanpa mencantumkan tanda petik. Plagiasi hasil karya orang lain secara sengaja adalah tidak etis, dan secara akademik tidak jujur.

2.Self Plagiarism. Self plagiasi terjadi jika penulis menggunakan materi yang sudah dipublikasikan sebelumnya, atau mengambil sebagian dari materi yang sudah dipublikasikan sebelumnya tanpa sepengetahuan penulis yang lainnya.

3.Mosaic Plagiarism. Mosaic plagiasi terjadi jika seseorang menggunakan frase dari sumber lain tanpa mencantumkan ‘tanda kutip’, atau menggunakan sinonim tetapi struktur kalimat dan artinya masih sama dengan aslinya.

4.Accidental Plagiarism. Accidental plagiasi terjadi jika penulis lupa mencantumkan sumber referensinya, atau salah mencantumkan sumbernya, atau secara tidak sengaja melakukan penulisan ulang beberapa kata, kalimat tanpa menyebutkan sumbernya. Walaupun plagiasi jenis ini terjadi karena tidak sengaja, tetapi plagiasi semacam ini juga diperlakukan sama dengan plagiasi yang lain dan merupakan pelanggaran ilmiah.

Kemenristek menerima toleransi persentase plagiasi sampai 25%, tetapi hal ini sangat tergantung dari konteks persentase kemiripan dari masing-masing sumber. Persentase kemiripan ini tidak termasuk (exclude) kutipan langsung (quote) dan References. Jika persentase kemiripan terhadap satu sumber besar dan berurutan dalam satu kalimat atau paragraf, hal ini juga tidak bisa diterima, walaupun persentase total masih di bawah 15%.

Berikut ini merupakan indikator dan spesifikasi pelanggaran publikasi yang terjadi khususnya dalam jurnal ilmiah yang dikelompokkan menjadi enam ragam penyimpangan:

1.Fabrikasimerupakan pembuatan data dan/atau informasi palsu penelitian ke dalam Karya Ilmiah, Istilah singkat: “Membuat untuk menipu”. Tujuan fabrikasi adalah (untuk mendukung klaim, hipotesis, atau data lainnya agar) menguntungkan pihak yang tidak berhak dan/ataumerugikan pihak yang berhak.Fabrikasi terjadi pada saat pelaporan atau penyampaian hasil penelitian dalam publikasi. Fabrikasi meliputi perilaku melaporkan, membuat, menciptakan, merekayasa, dan/ataumenambahkan.

2.Falsifikasi merupakan perekayasaan data dan/atau informasi penelitian secara tidak sah ke dalam Karya Ilmiah.Istilah singkat: “Mengubah untuk menipu”, data dan/atau informasi yang disajikan tidak sesuai dengan kebenaran/kenyataan (pelanggaran kebenaran), pada tahap proses penelitian: objek falsifikasi mencakup kegiatan memanipulasi alat/instrumen, materi, dan/atau proses penelitiantermasukmemalsukan, dan/atau menghilangkan, mengubah.

3.Plagiat merupakan perbuatan:

  • merujuk dan/atau mengutip frasa dan/atau kalimat yang bersifat tidak umum tanpa menyebutkan sumber karya sendiri atau orang lain dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber sesuai dengan pengacuan dan/atau pengutipan dalam tata tulis ilmiah;
  • menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, data, dan/atau teori tanpa menyatakan sumber karya sendiri atau orang lain sesuai dengan pengacuan dan/atau pengutipan dalam tata tulis ilmiah;
  • merumuskan dengan kalimat sendiri dari sumber kalimat, data, atau teori tanpa menyatakan sumber karya sendiri atau orang lain sesuai dengan pengacuan dan/atau pengutipan tata tulis ilmiah;
  • menerjemahkan tulisan dari suatu sumber karya sendiri atau orang lain secara keseluruhan atau sebagian yang diakui sebagai karya ilmiahnya; dan/atau mengakui suatu karya yang dihasilkan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya.

4.Kepengarangan yang tidak sah merupakan perbuatan:

  • menggabungkan diri secara sukarela atau denganpaksaan sebagai pengarang bersama tanpa berkonstribusi dalam karya ilmiah yang dipublikasikan;
  • menghilangkan nama seseorang yang berkontribusi dalam karya ilmiah yang dipublikasikan; dan/atau
  • menyuruh orang lain untuk membuat karya ilmiah sebagaikarya ilmiahnya tanpa ada kontribusi;

Kontribusi dapat berupa gagasan, pendapat, atau peran aktif yang berhubungan dengan bidang keilmuan dan dapat dibuktikan.Istilah singkatdari Kepengarangan yang tidak sahadalah“Menambah atau mengurangi nama pengarang secara tidak etis”.

5.Konflik kepentingan,merupakan perbuatan menghasilkan karya ilmiah mengikuti keinginan pihak yang memberi atau mendapat keuntungan tanpa melakukan penelitian sesuai dengan kaidahdan etika ilmiah. “Kompromi atau penyimpangan dari netralitas”.Konflik kepentingandapat terjadi sebelum dan selama riset maupun dalam penulisan laporan. Pelanggaran yang terjadi sebelum dan selama riset dapat melibatkan pendanaan riset yang hasilnya sudah dipesan sejak awal. Pelanggaran yang terjadi pada saat penyusunan laporan dapat berupa penggunaan “referensi pesanan”. Konflik kepentingan terjadi dalam bentuk menyangkal atau setidaknya tidak mengakui penerimaan bantuan, keuntungan atau potensi keuntungan, dalam proses pelaksanaan penelitian atau penyusunan naskah publikasi.

6.Pengajuan jamak,merupakan perbuatan mengajukan naskah karya ilmiah yang sama dan diterbitkanpada lebih dari satu jurnal dan/atau penerbit.Istilah umum: “Publikasi berulang atas satu artikel yang sama”, “Manipulasi agar jumlah artikel banyak”. Pelanggaran ini terjadi ketika penulis menyerahkan satu naskah yang sama kepada beberapa editor jurnal yang berbeda secara bersamaan atau menyerahkan naskah yang telah diterbitkan kepada beberapa editor jurnal lain. Pelanggaran ini juga meliputi penyerahan naskah yang diubah judul atau ditulis ulang tetapi memiliki kesamaan isi secara masif dan mendasar.

Editor jurnal akan menarik kembali publikasi (retraction) jika:

  • terbukti yang jelas bahwa temuan tersebut tidak dapat diandalkan, baik sebagai akibat dari kesalahan perilaku (misal pemalsuan data) atau kesalahan penelitian (misal diskresi atau kesalahan eksperimental).
  • temuan sebelumnya telah diterbitkan di tempat lain tanpa referensi silang, izin atau justifikasi yang tepat (missal kasus publikasi yang berlebihan).
  • terdapat indikasi plagiarisme.
  • melaporkan/mempublikasi hasil penelitian yang tidak sesuai etika ilmiah

Editor jurnal mempertimbangkan mengeluarkan koreksi (Corrigendum) jika:

  • sebagian kecil dari publikasi yang dinyatakan andal terbukti menyesatkan (terutama karena kesalahan penelitian).
  • daftar penulis / kontributor salah (misalpenulis yang layak telah dihilangkan atau seseorang yang tidak memenuhi kriteria kepengarangan telah dimasukkan).
  • Pencabutan atau retraction biasanya tidak diperlukan jika perubahan kepengarangan diperlukan tetapi tidak ada alasan untuk meragukan validitas temuan.

Tujuan pencabutan artikel/retraction: Retraction adalah suatu mekanisme untuk mengoreksi literatur dan menyiagakan pembaca terhadap publikasi yang mengandung data yang sangat salah atau keliru sehingga temuan dan kesimpulan mereka tidak dapat diandalkan. Data yang tidak dapat diandalkan dapat disebabkan oleh kesalahan penelitian.Tujuan utama pencabutan adalah untuk mengoreksi literatur dan memastikan integritasnya daripada untuk menghukum penulis yang bertingkah buruk.

Pencabutan artikel juga digunakan untuk mengingatkan pembaca tentang kasus-kasus publikasi yang berlebihan (misalketika penulis menyajikan data yang sama di beberapa publikasi), plagiarisme, dan kegagalan untuk mengungkapkan minat bersaing utama yang mungkin memengaruhi interpretasi atau rekomendasi.

Pemberitahuan pencabutan artikel harus menyebutkan alasan dan dasar pencabutan, untuk membedakan kasus-kasus pelanggaran dari kasus-kasus kesalahan jujur; mereka juga harus menentukan siapa yang menarik artikel tersebut. Mereka harus dipublikasikan di semua versi jurnal (yaitu cetak dan / atau elektronik). Akan sangat membantu untuk memasukkan penulis dan judul artikel yang ditarik dalam judul retraksi.