SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) (Studi Kasus: Daerah Sekitaran Tempat Pemrosesan Akhir Kelurahan Alak)
Abstract
Volume sampah yang terus meningkat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak memicu kenaikan emisi gas seperti CO₂, CH₄, dan partikulat debu yang dapat menurunkan kualitas udara serta menimbulkan risiko kesehatan. Untuk memantau kondisi udara secara cepat dan berkelanjutan, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu membaca beberapa parameter lingkungan secara simultan. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor AHT10 (suhu dan kelembapan), GP2Y1010AU0F (PM10), MQ-135 (CO₂), dan MQ-4 (CH₄). Hasil pengukuran ditampilkan melalui layar OLED dan dikirimkan ke aplikasi Blynk sehingga dapat dipantau dari jarak jauh melalui perangkat seluler. Kalibrasi dilakukan untuk meningkatkan ketelitian sensor dengan membandingkannya dengan alat standar. Sensor AHT10 menunjukkan akurasi suhu sebesar 99,20% dan akurasi kelembapan 92,98%, sedangkan sensor lainnya juga menunjukkan performa baik setelah proses penyesuaian. Pengujian lapangan pada dua lokasi—sekitar TPA dan di dalam TPA—mengungkapkan perbedaan yang jelas pada kadar polutan, di mana konsentrasi CH₄, CO₂, dan debu lebih tinggi di area dalam TPA. Hasil penelitian menegaskan bahwa sistem mampu memberikan pemantauan kualitas udara yang akurat, real-time, dan dapat diakses secara portabel melalui IoT, sehingga berpotensi mendukung pengawasan lingkungan di TPA Alak.
Downloads
Copyright (c) 2026 Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jl. Adisucipto, Penfui-Kupang, Lasiana, Klp. Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur., Indonesia
This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)
Natalia Alisa Messakh(1*)












