Analisis miskonsepsi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rote Barat Daya pada materi eksponen ditinjau dari tingkat kemampuan siswa dan alternatif solusi dengan konflik kognitif

  • Inike Fanggi(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Damianus D. Samo(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Patrisius A. Udil(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: miskonsepsi, tingkat kemampuan, konflik kognitif.

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rote Barat Daya pada materi eksponen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskirptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX B SMP Negeri 1 Rote Barat Daya yang berjumlah 16  orang. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari peneliti itu sendiri, tes soal dan pedoman wawancara.

Hasil penelitian menunjukan bahwa miskonsepsi yang dialami oleh siswa ditinjau dari tingkat kemampuan dan alternatif solusi dengan konflik kognitif diperoleh a) siswa dengan tingkat kemampuan tinggi masuk dalam kriteria miskonsepsi rendah, b) siswa dengan tingkat kemampuan sedang masuk dalam kriteria miskonsepsi sedang, c) siswa dengan tingkat kemampuan rendah masuk dalam kriteria miskonsepsi tinggi. Faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Solusi dengan konflik kognitif yang diterapkan pada: a) siswa berkemampuan tinggi dapat membantu mengatasi miskonsepsi, b) siswa berkemampuan dapat membantu mengatasi miskonsepsi, c) siswa berkemampuan rendah miskonsepsinya tidak teratasi secara optimal.

Kata Kunci : miskonsepsi, tingkat kemampuan, konflik kognitif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Buni Aksara.
Damon, W., & Killen, M. (1982). Peer interaction and the process of change in children’s moral reasoning. Merrill-Palmer Quartely, 28, 347-367.
Depdiknas. (2016). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.
Fadllan, A. (2011). Model pembelajaran konflik kognitif untuk mengatasi miskonsepsi pada mahasiswa Tadris Fisika program kualifikasi S.1 Guru Madrasah. Jurnal Phenomenon, 2(1), 139-157.
Ismaimuza, D. (2010). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan strategi konflik kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan sikap siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 1-9.
Latifah, U. L. N., Wakhyudin, H., & Cahyadi, F. (2020). Miskonsepsi penyelesaian soal cerita matematika materi FPB dan KPK Sekolah Dasar. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 3(2), 181-195.
Puspasari, R. (2017). Strategi konflik kognitif (Cognitive Conflicts) dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 3(1), 1-14.
Sari, H. M., & Afriansyah, E. A. (2020). Analisis miskonsepsi siswa SMP pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(3), 439-450.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Bandung.
Sukisman, p. & Lis, P. (2007). Analisis miskonsepsi konsep laju dan kesetimbangan kimia pada siswa SMA. Makalah Semnas MIPA.
Supatmono. (2009). Matematika Asyik: Asyik Mengajarnya, Asyik belajarnya. Jakarta: Grasindo.
Tan, K. D. (2002). Development and application of a two-tier multiple choice diagnostic instrument to assess high school student’s understanding of inorganic chemistry qualitative analysis. Journal of Research in Science Teaching, 6(4), 283-301.
Yuliati, Y. (2017). Miskonsepsi siswa pada pembelajaran IPA serta remediasinya. Jurnal Bio Education, 2(2), 50-58.

PlumX Metrics

Published
2023-12-11