Cinta dan Kuasa: Dinamika Relasi Kekuasaan dalam Hubungan Pacaran Remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan

  • Parham Taufik(1*)
    Universitas Negeri Makassar
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Kuasa, Cinta, Relasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk relasi kuasa yang bersifat simbolik dan emosional dalam hubungan pacaran remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, serta bagaimana kondisi sosial dan kultural lokal memengaruhi mekanisme kekuasaan tersebut. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian di analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk relasi kuasa bersifat simbolik yang terjadi dalam hubungan berpacaran pasangan remaja ada beberapa antaralain 1). dominasi emosional, 2). Kontrol social, 3). Gaslighting, 4). Pengawasan dan Kepemilikan, 5). Penciptaan Ketergantungan. Selain itu factor yang menyebabkan terjadinya relasi kuasa 1). ketakutan ditinggalkan, 2). Terbuai janji setia yang tidak ditepati, 3). rasa sayang berlebihan yang memicu pengorbanan tanpa batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu terlihat secara eksplisit, tetapi terbentuk melalui pengendalian emosional dan norma sosial yang membatasi kebebasan individu. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dimensi kuasa yang tersembunyi dalam hubungan pacaran untuk mendukung pembentukan hubungan yang sehat dan berdaya bagi remaja di konteks lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bowleg, L., Teti, M., Malebranche, D. J., & Tschann, J. M. (2016). “It’s an uphill battle”: The influence of social-structural factors on Black men’s heterosexual relationships. Psychology of Men & Masculinity, 17(1)(15–24).

Collins, W. A. (2003). More than myth: The developmental significance of romantic relationships during adolescence. Journal of Research on Adolescence, 13(1), 1–24.

Connell, R. W. (2005). Masculinities (2nd ed.). University of California Press.

Connolly, J., & McIsaac, C. (2011). Adolescents’ romantic relationships: Determinants, structure, and outcomes. In B. B. Brown & M. J. Prinstein (Eds.), Encyclopedia of adolescence. Academic Press, 2, 11–20.

Cornelius, T. L., & Resseguie, N. (2007). Primary and secondary prevention programs for dating violence: A review of the literature. Aggression and Violent Behavior, 12 (3), 364–375.

Emerson, R. M. (1962). Power-dependence relations. American Sociological Review, 27(1), 3141. Emzir. (2011). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Press.

Exner-Cortens, D., Eckenrode, J., & Rothman, E. (2017a). Longitudinal associations between teen dating violence victimization and adverse health outcomes. Pediatrics, 139.

Exner-Cortens, D., Eckenrode, J., & Rothman, E. (2017b). Longitudinal associations between teen dating violence victimization and adverse health outcomes. Pediatrics, 139(1).

Ferguson, C. J. (2018). Adolescent mental health. Routledge.

Giordano, P. C., Soto, D. A., Manning, W. D., & Longmore, M. A. (2010). The characteristics of romantic relationships associated with teen dating violence. Social Science Research, 39(6), 863–874.

Herdiansyah, H. (2013). Metode Penellitian Kualitatif (2nd ed.). selembah empat.

Jewkes, R., Fulu, E., et al. (2010). International men and gender equality survey (IMAGES).

International Center for Research on Women.

Jumini, S., Rakhmawati, I., Ismaya, & dkk. (2024). Metodologi penelitian kualitatif. Get Press Indonesia.

Mahoney, P., et al. (2019). Gender roles and adolescent dating violence: An integrative review.

Aggression and Violent Behavior, 45, 38–46.

Mas’ud, F., Benu, A., Loo, W. R., Angul, K. D., Bria, E. A., Soemowinoto, S. R., & Nafa, A. S. (2025). Multikulturalisme di Indonesia: Analisis Toleransi dan Konflik Sosial dalam Masyarakat Beragam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 280-292.

Miller, E., et al. (2013). “Coaching boys into men”: A cluster-randomized controlled trial of a dating violence prevention program. Journal of Adolescent Health, 52(5), 445–452.

Mulford, C. F., & Giordano, P. C. (2008). Teen dating violence: A closer look at adolescent dynamics.

National Institute of Justice Journal, 261, 34–40.

Mulyana, N., Fedryansyah, M., & Gutama, A. S. (2021). Toxic relationship pada kalangan remaja.

Focus. Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 126–133.

Steinberg, L. (2017). Adolescence (11th ed.). McGraw-Hill Education.

Tari, E. S. A., Mas' ud, F., Sanbret, R. J., & Abineno, D. P. R. (2025). Hak Asasi Manusia dan Tantangan Kesetaraan Gender di Indonesia Timur: Refleksi Atas Kasus Diskriminasi Perempuan di Kota Kupang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 357-367.

Utami, A., & Sumargi, A. M. (2019). Kekerasan dalam pacaran pada dewasa awal: Peran dari riwayat kekerasan di masa kanak-kanak dan regulasi emosi. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 16–32.

Vagi, K. J., et al. (2013). Teen dating violence (physical and sexual) among US high school students: Findings from the 2013 national youth risk behavior survey. Journal of Adolescent Health, 54(1), 89–94.

Wincentak, K. A., Connolly, J., & Card, N. A. (2017). Teen dating violence: A meta-analytic review of prevalence rates. Psychological Violence, 7(2), 224–241.

PlumX Metrics

Published
2026-06-01