Peran Pembelajaran Toksikologi Lingkungan dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa SMP tentang Dampak Pencemaran Plastik
Abstract
Pencemaran plastik telah berkembang menjadi krisis lingkungan berskala global yang tidak hanya merusak estetika alam, tetapi juga mengancam integritas ekosistem serta kesehatan manusia melalui jalur paparan kimia. Sayangnya, pemahaman siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai isu ini sering kali terbatas pada aspek pengelolaan sampah secara fisik tanpa memahami risiko toksisitas yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengenalan konsep dasar toksikologi lingkungan dalam kurikulum sekolah dapat memperdalam kesadaran siswa terhadap bahaya laten plastik. Melalui metode studi literatur, artikel ini mengeksplorasi integrasi materi mengenai mikroplastik, zat aditif kimia, serta fenomena bioakumulasi dalam pembelajaran IPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan toksikologi mampu mengubah persepsi risiko siswa dari sekadar masalah kebersihan menjadi masalah keamanan kesehatan pribadi dan lingkungan, yang pada akhirnya memicu perubahan perilaku konsumsi plastik yang lebih radikal dan berkelanjutan.
Downloads
References
Duffus, J. H., & Worth, H. G. (2006). Fundamental Toxicology. Cambridge: Royal Society of Chemistry. Buku ini memberikan dasar-dasar teori mengenai hubungan dosis-respons dan mekanisme toksisitas zat kimia di lingkungan yang menjadi landasan teori dalam artikel.
Geyer, R., Jambeck, J. R., & Law, K. L. (2017). Production, use, and fate of all plastics ever made. Science Advances, 3(7), e1700782. Sumber ini digunakan untuk menyajikan data statistik global mengenai akumulasi sampah plastik dan durasi persistensinya di alam.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2022). Laporan Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah. Jakarta: Direktorat Jenderal PSLB3. Referensi ini digunakan untuk memberikan konteks lokal mengenai kondisi darurat sampah plastik di Indonesia.
Landrigan, P. J., et al. (2020).The Minderoo-Monaco Commission on Plastics and Human Health. Annals of Global Health, 86(1). Laporan komprehensif ini menjadi rujukan utama mengenai dampak zat aditif plastik (seperti BPA dan Phthalates) terhadap kesehatan manusia dan sistem endokrin.
Newman, M. C. (2015). Fundamentals of Ecotoxicology: The Science of Pollution (4th ed.). Florida: CRC Press. Buku teks ini digunakan sebagai referensi teknis untuk menjelaskan konsep bioakumulasi dan biomagnifikasi mikroplastik dalam rantai makanan.
Sujetno, T. (2021). Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Inkuiri untuk Siswa Menengah. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2). Artikel ini menjadi rujukan dalam menentukan metode pedagogi yang sesuai untuk mengomunikasikan isu lingkungan yang kompleks kepada siswa SMP.
Thompson, R. C., et al. (2009). Plastics, the environment and human health: current consensus and future trends. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 364(1526). Jurnal ini memberikan perspektif multidisipliner mengenai keterkaitan antara limbah plastik, ekosistem laut, dan risiko kesehatan masyarakat.
Wright, S. L., & Kelly, F. J. (2017). Plastic and Human Health: A Micro Issue?. Environmental Science & Technology, 51(12). Artikel ilmiah ini membahas secara spesifik mengenai ancaman mikroplastik bagi jaringan tubuh dan jalur paparannya melalui konsumsi.
Eka Citra Gayatri Kerihi(1*)



