Literasi Digital Berbasis Kontekstual Papua: Strategi Pemberdayaan Siswa SMA di Era Post-Truth
Abstract
Masyarakat menghadapi era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat masif. Meskipun hal ini berdampak positif dengan memberikan kemudahan, hal ini juga menjadi tantangan era post-truth berupa maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian tim pengabdi terhadap fenomena tersebut, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa SMAN 7 Jayapura. Metode yang digunakan adalah sosialisasi berbasis ceramah interaktif dengan pendekatan kontekstual dan storytelling, kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: tahap persiapan yang terdiri dari koordinasi, identifikasi kebutuhan, dan wawancara. Tahap pelaksanaan merupakan implementasi pemaparan materi literasi digital, identifikasi hoaks, verifikasi informasi, dan etika digital. Tahap evaluasi terdiri atas diskusi dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta belum memiliki pemahaman mendalam mengenai literasi digital secara sistematis. Diskusi mengungkap bahwa peserta masih memiliki kesadaran rendah terhadap keamanan akun serta kecenderungan untuk menerima informasi berdasarkan kedekatan relasional tanpa melakukan penelusuran terhadap sumber berita. Refleksi akhir mendorong terbentuknya kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam ekosistem digital.
Kata Kunci: Literasi digital, Post-truth, Hoaks, Pemberdayaan siswa
Downloads
References
Boddice, R. (2012). The affective turn: Historicizing the emotions. In Psychology and History: Interdisciplinary Explorations (pp. 147–165). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139525404.011
Center for Indonesian Policy Studies. (2025). Kesenjangan Digital: Bagaimana Daerah Perdesaan Dapat Mengejar Ketertinggalan? https://www.cips-indonesia.org/post/kesenjangan-digital-bagaimana-daerah-perdesaan-dapat-mengejar-ketertinggalan?lang=id
Halik, W., Rais, L., Nery Marianus Lagan Parera, F., & Salmon Wato, F. (2025). TRANSFORMASI LITERASI DIGITAL DI PAPUA BARAT DAYA: TANTANGAN DAN STRATEGI PASCA PEMBENTUKAN DAERAH OTONOMI BARU. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 11(1), 385–397. https://doi.org/https://doi.org/10.33506/jn.v11i2.4984
Hendro, Susana, Willay, T., Darmianto, A., Krisyesika, & Ivani Destriana, O. (2026). Sosialisasi Literasi Digital dan Pelatihan AI dan Business Intelligence bagi Siswa SMA Santu Petrus. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)), 7 (2), 2215–2221. https://doi.org/http://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i2.8750
Hobbs, Renee. (2010). Digital and media literacy : a plan of action : a white paper on the digital and media literacy recommendations of the Knight Commission on the information needs of communities in a democracy. Aspen Institute.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Laporan Kominfo 2023. https://eppid.komdigi.go.id/attachments/5fe1b215a1affc7f5f1f58ede92fc67967b5a6fbffc88bda86536f3d28f80fb4/1_3_laporan-kinerja-lkj-kementerian-komunikasi-dan-informatika-tahun-2023.pdf
Krasnoff, B. (2016). Culturally Responsive Teaching: A Guide to Evidence-Based Practices for Teaching All Students Equitably. http://educationnorthwest.org/equity-assistance-center/
Mas' ud, F., Izhatullaili, I., Doko, Y. D., & Jama, K. B. (2025). Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai sarana penguatan literasi hukum di era digital. Haumeni Journal of Education, 5(2), 9-21.
Mas' ud, F., Izhatullaili, I., Kale, D. Y. A., & Wibowo, I. (2025). Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang. Haumeni Journal of Education, 5(3), 32-46.
Mihailidis, P., & Viotty, S. (2017). Spreadable Spectacle in Digital Culture: Civic Expression, Fake News, and the Role of Media Literacies in “Post-Fact” Society. American Behavioral Scientist, 61(4), 441–454. https://doi.org/10.1177/0002764217701217
Nima, Y., Sopaba, I. Y., Ngongo, W. A., Kuza, E. A., & Mas' ud, F. (2025). Transformasi Pembelajaran PPKn di Era Digital: Strategi Menanamkan Nilai Pancasila pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 248-257.
Nomensen Yeheskel Singgir, Dian Ferriswara, & Ika Devy Pramudiana. (2025). From Vision To Reality: Overcoming The Challenges of Implementing E-Government in Papua. Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik, 2(3), 20–38. https://doi.org/10.62383/parlementer.v2i3.1092
Putri, S. D. G., Purnomo, E. P., & Khairunissa, T. (2024). Echo Chambers and Algorithmic Bias: The Homogenization of Online Culture in a Smart Society. SHS Web of Conferences, 202, 05001. https://doi.org/10.1051/shsconf/202420205001
Ribble, M. (2011). Digital Citizenship in Schools Second Edition. www.iste.org.
Rikawati, K., & Sitinjak, D. (2020). Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa dengan Penggunaan Metode Ceramah Interaktif. Journal of Educational Chemistry (JEC), 2(2), 40. https://doi.org/10.21580/jec.2020.2.2.6059
Roozenbeek, J., R. Schneider, C., Dryhurst, S., Kerr, J., Freeman, A. L. J., Recchia, G., Van der Bles, A. M., & Van der Linden, S. (2020). Susceptibility to misinformation about COVID-19 around the world. ROYAL SOCIETY OPEN SCIENCE, 7(10), 1–15. https://doi.org/10.1098/rsos.201199
Szeto, T. (2025). PARASOCIAL RELATIONSHIPS, SOCIAL MEDIA, AND THE CLINICAL IMPLICATIONS [California State University]. https://doi.org/10.5281/zenodo.15278893
Umasugi, L. (2025). Akademisi Uncen Soroti Tantangan Literasi Digital di Papua. https://rri.co.id/jayapura/asta-cita/2458759/akademisi-uncen-soroti-tantangan-literasi-digital-di-papua
World Economic Forum. (2024). Global Risk Report 2024. www.weforum.org
Mustakim Mustakim(1)



