Rekonstruksi Nilai Gotong Royong dalam Model Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan: Perspektif Pendidikan IPS

  • Nur Aidhilah Ma'rufi Amiruddin(1*)
    Politeknik Nusantara Makassar
  • Darma Jaya Syahrudin(2)
    Universitas Negeri Malang
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Rekonstruksi, Gotong Royong, Kelompok Pembudidaya Ikan, Pendidikan IPS

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Desa Karya Makmur dalam perspektif Pendidikan IPS. Nilai gotong royong sebagai fondasi sosial masyarakat Indonesia seringkali mengalami pergeseran di era modern, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi melalui wadah kelembagaan lokal untuk menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam manajemen kelompok dan implikasinya terhadap transformasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Subjek penelitian terdiri dari pengurus dan anggota kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk mengamati interaksi kolektif anggota, wawancara mendalam untuk menggali pemaknaan nilai gotong royong, serta dokumentasi kegiatan kelembagaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan teori fungsionalisme struktural untuk membedah peran strategis kelompok dalam menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur berhasil merekonstruksi nilai gotong royong dari bentuk tradisional menjadi bentuk yang lebih terorganisir dalam pengelolaan ekowisata perairan dan rehabilitasi mangrove. Praktik ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota, tetapi juga memperkuat modal sosial dan kesadaran ekologi masyarakat. Dalam perspektif Pendidikan IPS, model kelembagaan ini berfungsi sebagai laboratorium sosial bagi penguatan karakter warga negara yang kolaboratif. Kesimpulannya, rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan ini terbukti efektif sebagai instrumen transformasi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisasmita, R. (2017). Pembangunan Perdesaan dan Perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu. (Menggantikan Azuma untuk teori pembangunan).

Crisolo, O., Camposano, S., & Rogayan, D. (2021). Relevance of social studies in the 21st century society: Students perspectives. International Journal of Didactical Studies. https://doi.org/10.33902/ijods.2021169729.

Durkheim, E. (2011). The Division of Labour in Society. New York: Free Press. (Referensi utama untuk teori fungsionalisme dan solidaritas sosial).

Fauzi, Z., & Ayuni, H. (2024). IMPROVING SOCIAL STUDIES LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS: A LITERATURE STUDY. International Conference On Social Science Education Proceeding. https://doi.org/10.20527/yvgtgh95

Fukuyama, F. (2017). Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. Jakarta: Qalam. (Menggantikan Bower untuk teori modal sosial dan kerjasama).

Moleong, L. J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. (Menggantikan Campbell untuk metodologi penelitian kualitatif).

Nurdin, I. (2009). Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. (Menggantikan Crampton untuk pemahaman sosiologi wilayah).

Hamid, M. (2020). Strategi Pembelajaran IPS Berbasis Kontekstual pada Siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPS, 15(1), 12-25.

Koentjaraningrat. (2013). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (Menggantikan Höllerer untuk teori gotong royong dan mentalitas bangsa).

Ludung, G. H. H., Mas’ud, F., Uki, L. E., Jetia, Y. E., Berek, K. Y., & Atamukin, K. K. K. (2025). Sopan Santun Dalam Komunikasi Antar Budaya Di Nusa Tenggara Timur. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 2(3), 278-287.

Indrayani, I. (2021). Pemahaman Konsep Ruang dan Waktu pada Pembelajaran Geografi dan Sejarah untuk Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Geografi, 18(3), 89-100.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. (Menggantikan Mayer sebagai referensi metode penelitian).

Miles, M. B. & Huberman, A. M. (2002). The Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications. (Menggantikan Shadish untuk analisis data kualitatif).

Naikofi, C. K., Tamonob, P. A., Naitboho, A. A., Halla, A. R., Bana, F., Mas’ud, F., & Dwiputra, R. (2025). Pancasila vs Polarisasi: Pertarungan Nilai dalam Membentuk Sikap Toleransi Siswa Masa Kini. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 304-318.

Nima, Y., Sopaba, I. Y., Ngongo, W. A., Kuza, E. A., & Mas' ud, F. (2025). Transformasi Pembelajaran PPKn di Era Digital: Strategi Menanamkan Nilai Pancasila pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 248-257.

Sajogyo. (2019). Ekonomi Sosiologi Perdesaan. Jakarta: LP3ES. (Menggantikan Tobler untuk pemahaman interaksi sosial-ekonomi di perdesaan).

Tohri, A., Syamsiar, H., Rasyad, A., & ... (2022). RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL: The Relevance of Integrated Local Wisdom …. Jurnal …. https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik/article/view/951

Wardani, I. U. (2023). Implementasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Membentuk Karakter Siswa. EDUKASIA Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1 SE-Articles), 667–672. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i1.334

PlumX Metrics

Published
2026-06-25
How to Cite
Amiruddin, N., & Syahrudin, D. (2026). Rekonstruksi Nilai Gotong Royong dalam Model Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan: Perspektif Pendidikan IPS. Haumeni Journal of Education, 6(1), 355-364. https://doi.org/10.35508/haumeni.v6i1.28847