Makna Membawa dalam Bahasa Melayu Kupang Pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA)

  • Yunitha Devrudyan Doko(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Bahasa Melayu Kupang, Metabahasa Semantik Alami, Semantik leksikal, Membawa, Eksplikasi makna, Kupang Malay

Abstract

Makna ‘membawa’ dalam bahasa Melayu Kupang (bMK) direalisasikan melalui sejumlah leksikon, yaitu su’u, fi’i, ame, pikol, hela, gepe, roso, angka, dongko, dan koko. Kesepuluh leksikon tersebut dapat diterjemahkan secara umum dengan verba bahasa Indonesia membawa, tetapi masing-masing memiliki komponen makna yang berbeda. Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan jenis entitas yang dibawa, cara perpindahan, bagian tubuh atau sarana yang digunakan, jarak perpindahan, serta kondisi entitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membedakan makna kesepuluh leksikon tersebut dengan pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA). Data penelitian berupa sepuluh leksikon dan contoh pemakaiannya sebagaimana terdapat dalam naskah penelitian. Hasil analisis menunjukkan empat kelompok berdasarkan entitas, yaitu benda mati; manusia; benda dan manusia; serta manusia, hewan, dan benda. Di samping itu, setiap leksikon memiliki ciri semantis yang lebih khusus, seperti membawa di atas kepala, dengan tangan, di atas bahu, di bawah ketiak, dengan cara menyeret, menggunakan sarana transportasi, di punggung, atau di dada. Dengan demikian, padanan tunggal membawa dalam bahasa Indonesia belum mampu menggambarkan seluruh perbedaan makna yang dikodekan oleh leksikon bMK.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Goddard, Cliff, & Anna Wierzbicka (eds.). 2002. Meaning and Universal Grammar: Theory and Empirical Findings. Volume 1. Amsterdam/Philadelphia: John Benjamins.

Goddard, Cliff, & Anna Wierzbicka. 2002. “Semantic Primes and Universal Grammar.” In Meaning and Universal Grammar: Theory and Empirical Findings, 41–85. Amsterdam/Philadelphia: John Benjamins.

Goddard, Cliff. 2015. “The Natural Semantic Metalanguage Approach.” In The Oxford Handbook of Linguistic Analysis, 817–842.

Izhatullaili, I. (2018). Virus Wannacry dalam Teks Berita: Analisis Wacana Kritis atas Laman Kemkominfo, Kompas. com, dan Jawapos. com. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 8(2), 2.

Izhatullaili, I. (2022). Tenaga kerja asing di Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19: Kajian Analisis Wacana Kritis pada cnbcindonesia. com dan brin. go. id. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(3), 196-204.

Izhatullaili, I., Puspita, D., & Sutami, H. (2022). MEMAAFKAN (TO FORGIVE) IN THE NOVEL HUJAN DAN TEDUH. Journal of Cultura and Lingua, 3(1), 1-13.

Izhatullaili, I. (2025). Kesalahan Fonologis dalam Komunikasi Antar-Etnis di Kota Kupang: Implikasi Pedagogis untuk Guru Bahasa Indonesia. Haumeni Journal of Education, 5(3), 136-147.

Jama, K. B., Balukh, J. I., Tan, T. L., Fernandez, S., & Lamawato, Y. A. L. (2026). Penguatan Keterampilan Dokumentasi Bahasa dan Metode Kerja Lapangan Sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Daerah. Haumeni Journal of Education, 6(1), 406-415.

Lamawato, Y. A. L. (2024). SYNTACTIC TYPOLOGY OF LAMAHOLOT LANGUAGE WAIBALUN DIALECT: TIPOLOGI SINTAKSIS BAHASA LAMAHOLOT DIALEK WAIBALUN. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(2), 2590-2603.

Lamawato, Y. A. L., Izhatullaili, I., & Kabelen, A. H. (2026). Integrasi Analisis Fonologis dalam Prompt Engineering untuk Optimalisasi Pembelajaran Pelafalan Bahasa Berbasis AI. Haumeni Journal of Education, 6(1), 416-424.

Lian, Y. P., & Lamawato, Y. A. L. (2024). Klausa Verbal Bahasa Lamaholot Dialek Waibalun (Sebuah Kajian Tipologi Sintaksis). Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(1), 36-51.

Mas' ud, F., Izhatullaili, I., Doko, Y. D., & Jama, K. B. (2025). Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai sarana penguatan literasi hukum di era digital. Haumeni Journal of Education, 5(2), 9-21.

Mas' ud, F., Izhatullaili, I., Kale, D. Y. A., & Wibowo, I. (2025). Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang. Haumeni Journal of Education, 5(3), 32-46.

Sudipa, I Nengah. 2004. “Makna ‘Bawa’ Dalam Bahasa Bali: Tinjauan Metabahasa Semantik Alami.” Wibawa Bahasa.

Sudipa, I Nengah. 2012. “Makna ‘Mengikat’ Bahasa Bali: Pendekatan Metabahasa Semantik Alami.” Jurnal Kajian Bali 2(2): 49–68.

Wierzbicka, Anna. 1996. Semantics: Primes and Universals. Oxford: Oxford University Press.

PlumX Metrics

Published
2026-06-30
How to Cite
Doko, Y. (2026). Makna Membawa dalam Bahasa Melayu Kupang Pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA). Haumeni Journal of Education, 6(1), 451-460. https://doi.org/10.35508/haumeni.v6i1.30104