Identifikasi Rumput Laut yang di Budidaya di Perairan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur
Abstract
Perairan Pesisir Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut, namun kepastian taksonomi dan karakterisasi morfologinya masih perlu diperjelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies rumput laut yang dibudidayakan, mendeskripsikan karakteristik morfologinya, serta menganalisis kondisi parameter fisik-kimia perairan di lokasi budidaya. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada titik budidaya aktif di Perairan Sulamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut yang dibudidayakan terdiri dari dua spesies utama dari Divisi Rhodophyta, yaitu Kappaphycus alvarezii (Cottonii) dan Eucheuma denticulatum (Spinosum). K. alvarezii memiliki karakteristik thallus silindris berdaging, permukaannya licin dengan percabangan irreguler tanpa duri tajam, serta warna yang bervariasi dari hijau hingga cokelat kemerahan sebagai bentuk adaptasi cahaya. Sementara itu, E. denticulatum memiliki thallus berukuran lebih kecil dengan ciri khas duri (spine) yang tumbuh melingkar (whorl) di sepanjang percabangan. Pengukuran parameter kualitas air menunjukkan suhu 27,5–29,8 °C, salinitas 32–34 ppt, pH 7,8–8,1, dan kecepatan arus 22–35 cm/s. Seluruh parameter lingkungan tersebut berada pada kisaran optimal untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas rumput laut. Penelitian ini menegaskan bahwa Perairan Sulamu sangat potensial untuk pengembangan budidaya rumput laut berbasis kepastian spesies.
Kata kunci: Eucheuma denticulatum, Identifikasi, Kappaphycus alvarezii, Morfologi,, Sulamu
Annisa Nurfadilah(1*)

