Pengaruh Infeksi Aeromonas hydrophila terhadap Kelangsungan Hidup dan Gejala Klinis Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Abstract
Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila merupakan salah satu infeksi bakteri penting pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) karena dapat menurunkan kondisi fisiologis dan meningkatkan angka kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infeksi A. hydrophila pada beberapa tingkat konsentrasi terhadap parameter hematologi, munculnya gejala klinis, dan mortalitas ikan nila. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu kontrol tanpa infeksi dan empat perlakuan infeksi bakteri pada konsentrasi 10⁴, 10⁵, 10⁶, dan 10⁷ CFU/mL. Parameter yang diamati meliputi jumlah eritrosit, jumlah leukosit, gejala klinis, dan tingkat kematian selama tujuh hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi A. hydrophila menyebabkan penurunan jumlah eritrosit, peningkatan jumlah leukosit, gejala klinis yang semakin berat, serta mortalitas yang lebih tinggi. Mortalitas tertinggi ditemukan pada perlakuan 10⁷ CFU/mL sebesar 100%, sedangkan mortalitas terendah terjadi pada perlakuan 10⁴ CFU/mL sebesar 12,5%. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, hemoragi, kerusakan sirip, gangguan keseimbangan berenang, dan ulserasi. Dengan demikian, semakin tinggi konsentrasi A. hydrophila, semakin besar dampaknya terhadap kondisi hematologi, tingkat keparahan gejala klinis, dan mortalitas ikan nila.
Kata kunci: Aeromonas hydrophila, ikan nila, hematologi, gejala klinis, mortalitas
Agustinus Juliandricho Gallis(1*)

