Penerapan Biosecurity Dalam Menekan Kemunculan Penyakit Ice-Ice Pada Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii)
Abstract
Penerapan biosecurity melalui pengelolaan lingkungan budidaya dan pemeliharaan kebersihan thallus secara berkala menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit ice ice. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penerapan biosecurity terhadap kejadian penyakit ice-ice, pertumbuhan, dan kandungan karagenan K. alvarezii. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari di perairan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu biosecurity penuh (P1), setengah biosecurity (P2), dan tanpa biosecurity (P3). Variabel yang diamati meliputi prevalensi penyakit ice-ice, pertumbuhan berat mutlak, kandungan karagenan, dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit ice-ice mencapai 0% pada seluruh perlakuan. Penerapan biosecurity berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput laut, dengan pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada P1 sebesar 447,33±51,29 g, diikuti P2 sebesar 167,00±7,55 g dan P3 sebesar 141,67±7,09 g. Kandungan karagenan tertinggi diperoleh pada P2 sebesar 28,976%, diikuti P1 sebesar 24,668% dan P3 sebesar 21,802%. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Penerapan biosecurity penuh efektif meningkatkan pertumbuhan K.alvarezii, sedangkan biosecurity setengah menghasilkan kandungan karagenan tertinggi tanpa ditemukannya penyakit ice-ice pada seluruh perlakuan.
Kata Kunci: Biosecurity, Ice-ice, Kappaphycus alvarezii, Karagenan, Pertumbuhan
Yohanes Molo(1*)

