Penerapan Permainan Tradisional Egrang Batok untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya permasalahan dalam kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, khususnya dalam melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan, serta keterampilan menggunakan tangan kanan dan kiri. Padahal, berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), anak pada usia tersebut seharusnya telah mampu menguasai kemampuan motorik kasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional egrang batok. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah delapan orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan perkembangan kemampuan motorik kasar anak, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional egrang batok mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan. Anak menunjukkan perkembangan yang lebih baik dalam menjaga keseimbangan, mengoordinasikan gerakan tubuh, serta menggunakan tangan kanan dan kiri secara bergantian. Dengan demikian, permainan tradisional egrang batok direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
Downloads
References
Darmawati, N. B., & Widyasari, C. (2022). Permainan tradisional engklek dalam meningkatkan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6827-6836. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3487
Mujtahidin, S., & Rachman, S. A. (2022). Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Terhadap Keseimbangan Anak Kelompok A di RA Hidayatul Ihsan NW Tebaban. Tut Wuri Handayani: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 1(3), 130-135. https://doi.org/10.59086/jkip.v1i3.159
Permendikbud No. 137. (2014). Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/Permendikbud137- 2014StandarNasionalPAUD.pdf
Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tanggal 17 September 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
Rohita. (2021). Metode penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: Budi Utama.
Sutini, A. (2018). Meningkatkan keterampilan motorik anak usia dini melalui permainan tradisional. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2).
Tanto, O. D., & Sufyana, A. H. (2020). Stimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini dalam seni tradisional tatah sungging. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 575-587. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.421
Wandi, Z. N., & Mayar, F. (2019). Analisis kemampuan motorik halus dan kreativitas pada anak usia dini melalui kegiatan kolase. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 363. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.347
Safira Istiqamah(1)






