UJI VALIDITAS LKM ELEKTRONIK BERBASIS KECERDASAN NATURALISTIK PADA MATA KULIAH EKOLOGI PERAIRAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Mahasiswa Elektronik Berbasis Kecerdasan Naturalistik yang valid untuk mata kuliah Ekologi Perairan. Penelitian pengembangan (Research and Development) ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil Pengembangan LKM Elektronik Materi Ekosistem Perairan Tawar Untuk Meningkatkan Kecerdasan Naturalistik Mahasiswa Pada Mata Kuliah Ekologi Perairan tergolong sangat valid berdasarkan aspek kualitas tampilan 94,64%, aspek perangkat lunak 93,75%, aspek penggunaan 95,31%, aspek kelayakan isi dan materi 9,67% dan aspek kelayakan kebahasaan 95,83%, dengan nilai rata-rata keseluruhan adalah 95,04% yang mencerminkan kelayakan tinggi dari seluruh aspek penilaian. Aspek kelayakan isi dan materi serta kebahasaan memperoleh nilai tertinggi, menunjukkan bahwa konten dan penggunaan bahasa telah sesuai, akurat, dan mudah dipahami. Meskipun aspek perangkat lunak memperoleh nilai paling rendah, hasilnya tetap berada pada kategori sangat valid. Dengan demikian, LKM Elektronik Ekologi Perairan layak untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran guna menguji ketercapaian hasil pengembangannya, serta berpotensi menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, dan mendorong partisipasi aktif, kreativitas, serta kemandirian mahasiswa sebagaimana diharapkan dalam pembelajaran modern
Downloads
References
Amstrong, T. (2013). Identifying And Developing Your Multiple Intelligences (Menemukan Dan Meningkatkan Kecerdasan Anda Berdasarkan Teori Multiple Intelligences), Terj. T. Hermaya, Gramedia Pustaka Utama ,Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). 2003. Pelayanan Profesional Kurikulum 2004: Kurikulum Berbasis Kompetensi. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Dimyati dan Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta dan Depdikbud.
Furman Shaharabani, Yael, dan Anat Yarden. (2019). “Toward narrowing the theory–practice gap: characterizing evidence from in-service biology teachers’ questions asked during an academic course.” International Journal of STEM Education. 6(1).
Gardner, Howard. (2006). Multiple Intelegencs: New Horizon in Theory and practice New York: Basic Books.
Gonzalez, M.A., Martin, M.E., Liamas, C.,. (2015). Teaching and learning physics with smartphones. Journal of Cases on Information Technology, 17, 31-50.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (2017). Penyusunan Rencana Pembelajaran Dan Perangkatnya. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, Jakarta.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (2016). Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Kemenristekdikti. Jakarta.
Mayer, R.E. (2009). Where Is the Learning in Mobile Technologies for Learning?, Contemporary Educational Psychology
Oktaviana, I., Sumitro, S. B., dan Lestari, U. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Penelitian Karakterisasi Protein Membran Sperma pada Matakuliah Bioteknologi. Florea, 2(2), 33-42.
Ozdamli, Fezile, dan Nadire Cavus. (2011). “Basic elements and characteristics of mobile learning.” Procedia - Social and Behavioral Sciences. 28, 937–42.
Prastyawan. 2011. Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran. Jurnal Al Hikmah, 1(2), 170-181.
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau. (2020). Kurikulum 2020 Berbasis Outcome Based Education (OBE) Mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Purnamasari, R. E dan Poedjiastoeti, Sri. (2013). Kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Eksperimen Berorientasi Keterampilan Proses pada Materi Bahan Aditif Makanan untuk Siswa Tunarungu. Journal of Chemical Education, 2(1), 11-20.
Rahmi, Villia Anggraini dan Melisa. (2016). Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Problem Based Learning pada Perkuliahan Persamaan Diferensial Biasa. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains IX, Fakultas Sains dan Matematika, UKSW Salatiga, 5(1), 2087-0922.
Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods), Alfabeta, Bandung.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syam Sukmawati dan Nur Muhajirah Yunus. (2020). "Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Berbasis Masalah Pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan". Jurnal Pendidikan Biologi. Biogenerasi 5(2).
Torres, J.C., Infante, A. & Torres, P.V. 2015. Mobile learning: perspectives. RUSC. Universities and Knowledge Society Journal, 12(1).
Ulimaz Almira, Dwi Kameluh Agustina, Dian Puspita Anggraini, Devita Sulistiana. (2020). "Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa pada Materi Nutrisi Mikroorganisme Berbasis High Order Thinking Skill". Jurnal Pendidikan Biologi. 5(1).
Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.
Utari Enggar, dan Mahrawi Mahrawi. (2019). “Interkorelasi Kecerdasan Naturalistik Dan The New Environmental Paradigm ( Nep ) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Pada Matakuliah Studi Kebantenan Konsep Sumber Daya Alam Provinsi Banten Tahun Akademik 2018 / 2019.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, FKIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 2(1), 750–58.
Vosloo, Steve. (2011). UNESCO Policy Guidelines for Mobile Learning : An Overview.
Winda, P.S. (2017). Pengembangan LKPD Mobile Learning dengan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Biologi dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Perubahan Lingkungan. Tesis. Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
Yuni Krisnawati, Linna Fitriani. 2020. "Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Berbasis Eksplorasi Jamur Makroskopis". Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Bioedusains. 3(1), 2598-7453.
M. Ulil Hac D(1*)






