PENGARUH BIBIT KULTUR JARINGAN DAN BIBIT STEK VEGETATIF RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) TERHADAP METABOLIT PRIMER DAN METABOLIT SEKUNDER DI PERAIRAN OENAEK, KUPANG BARAT
Abstract
Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas rumput laut bernilai ekonomis tinggi sebagai penghasil kappa-karagenan. Kualitas bibit menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan dan karakteristik fisiologis rumput laut selama budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan bibit hasil kultur jaringan, seleksi stek vegetatif, dan bibit pembudidaya konvensional terhadap pertumbuhan serta kandungan metabolit primer dan sekunder K. alvarezii di Perairan Oenaek, Kupang Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan selama 45 hari dengan tiga perlakuan sumber bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit stek vegetatif menghasilkan pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 208,33 g dengan laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 2,44% per hari, diikuti bibit kultur jaringan sebesar 135,00 g dan 1,77% per hari, serta bibit konvensional sebesar 107,67 g dan 1,43% per hari. Kandungan karbohidrat tertinggi ditemukan pada bibit kultur jaringan sebesar 41,70%, sedangkan stek vegetatif sebesar 39,33%. Kandungan protein kasar juga lebih tinggi pada bibit kultur jaringan (5,90%) dibandingkan stek vegetatif (4,69%). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa golongan fenol pada seluruh sampel, dengan intensitas positif tertinggi pada bibit kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bibit memengaruhi performa pertumbuhan dan karakteristik metabolit K. alvarezii. Bibit stek vegetatif menunjukkan performa pertumbuhan terbaik, sedangkan bibit kultur jaringan menunjukkan kandungan metabolit primer dan intensitas senyawa fenolik yang lebih tinggi.
Kata kunci : Budidaya, fenol, metabolit, primerKappaphycus alvarezii, kultur jaringan, stek vegetatif
Laura Aurelia Bria(1*)

