Pengaruh Penyimpanan Suhu Dingin Dan Kovensional Terhadap Viabilitas Dan Karagenan (Kappaphycus alvarezii)
Abstract
Kualitas bibit merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penyimpanan bibit sebelum penanaman berpotensi memengaruhi viabilitas dan kandungan karagenan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penyimpanan suhu dingin dan konvensional terhadap viabilitas, dan kadar karagenan K. alvarezii yang dibudidayakan dengan metode longline. Penelitian dilaksanakan pada Juli–September 2025 di Desa Oenaek, Kecamatan Kupang Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu penyimpanan suhu luar (konvensional) dan suhu dingin (22°C dalam coolbox), masing-masing sebanyak lima ulangan. Bibit disimpan selama tiga hari sebelum ditanam dan dipelihara selama 45 hari. Data viabilitas dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney, sedangkan kadar karagenan dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dingin menghasilkan nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan konvensional, yaitu viabilitas 93,33% dan 86,67%, serta kadar karagenan 31,37±1,41% dan 28,54±1,41%. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan (P>0,05). Disimpulkan bahwa penyimpanan bibit pada suhu dingin maupun konvensional tidak memberikan pengaruh nyata terhadap viabilitas, dan kadar karagenan K. alvarezii. Meskipun demikian, penyimpanan suhu dingin cenderung memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten dibandingkan penyimpanan konvensional.
Kata kunci: Kappaphycus alvarezii; Karagenan, Longline, Suhu Dingin, Viabilitas.
Lusiani Kristyanci Dua Luju(1*)

