Efektivitas Berbagai Media Filter Alami Pada Sistem Resirkulasi Terhadap Kualitas Air, Pertumbuhan, Dan Kelulushidupan Ikan Patin (Pangasius Hypophthalmus)
Abstract
Budidaya ikan patin (Pangasius hypophthalmus) dengan sistem resirkulasi memerlukan pengelolaan kualitas air untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tiga jenis media filter fisik alami terhadap kualitas air, pertumbuhan, dan kelulushidupan ikan patin serta mengevaluasi efektivitasnya. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu sabut kelapa 50% + arang 25% + kerikil 25% (A), ijuk 50% + arang 25% + kerikil 25% (B), dan sabut siwalan 50% + arang 25% + kerikil 25% (C). Parameter yang diamati meliputi oksigen terlarut (DO), amonia, pH, suhu, total dissolved solids (TDS), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelulushidupan (SR). Data kualitas air dianalisis menggunakan Mixed Two-Way ANOVA (Repeated Measures), sedangkan SGR dan SR dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa jenis filter tidak berpengaruh nyata terhadap DO, amonia, pH, suhu, SGR, dan SR (p>0,05), tetapi berpengaruh nyata terhadap TDS (p<0,05). Faktor waktu berpengaruh nyata terhadap perubahan DO, amonia, suhu, dan TDS, tetapi tidak terhadap pH. Nilai SGR tertinggi secara numerik terdapat pada perlakuan C (4,43 ± 0,38%/hari), sedangkan SR tertinggi terdapat pada perlakuan B dan C (100%). Secara keseluruhan, ketiga media filter mampu mempertahankan kualitas air pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan patin. Ketiganya dapat digunakan sebagai alternatif media filter alami dalam sistem resirkulasi.
Kata kunci: Ikan patin, media filter alami, sistem resirkulasi, kualitas air, pertumbuhan
Yohanes Pranata(1*)

