ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN LIMBAH OPERASIONAL PADA PT PELINDO DI PELABUHAN TENAU KUPANG

Main Article Content

Anna Agnesia Fole
Yohana F Angi
Rr Lilis Intan Permatasari
Maria Indriyani H Tiwu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan green accounting dalam pengelolaan limbah operasional pada PT Pelindo di Pelabuhan Tenau Kupang. Analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi biaya lingkungan menurut Hansen dan Mowen yang terdiri atas biaya pencegahan lingkungan, biaya deteksi lingkungan, biaya kegagalan internal lingkungan, dan biaya kegagalan eksternal lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaporan informasi lingkungan dengan legitimasi perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan software ATLAS.ti melalui proses pengkodean (coding), kategorisasi data, analisis word frequencies, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi tema-tema yang berkaitan dengan penerapan green accounting dalam pengelolaan limbah operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pelindo telah menerapkan green accounting melalui tahapan identifikasi, pengukuran, pencatatan, pelaporan, dan pengauditan biaya lingkungan sesuai dengan aktivitas operasional perusahaan. Pengukuran biaya lingkungan dilakukan berdasarkan biaya historis (historical cost) sesuai dengan pengeluaran aktual perusahaan. Berdasarkan klasifikasi biaya lingkungan Hansen dan Mowen, perusahaan telah menerapkan biaya pencegahan lingkungan dan biaya deteksi lingkungan dalam berbagai kegiatan pengelolaan serta pemantauan lingkungan. Sementara itu, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal belum dicatat secara khusus karena belum terdapat kejadian pencemaran lingkungan yang menimbulkan biaya pemulihan maupun kompensasi kepada pihak eksternal. Penerapan green accounting juga berkontribusi dalam meningkatkan transparansi pelaporan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat legitimasi perusahaan melalui peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi lingkungan, khususnya pada sektor kepelabuhanan, serta dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan.


Kata Kunci : Green Accounting, Biaya Lingkungan, Pengelolaan Limbah Operasional, ATLAS.ti, Legitimasi, PT Pelindo

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fole, A., Angi, Y., Permatasari, R., & Tiwu, M. (2026). ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN LIMBAH OPERASIONAL PADA PT PELINDO DI PELABUHAN TENAU KUPANG. GLORY Jurnal Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 7(5), 2999-2108. https://doi.org/10.70581/glory.v7i5.29041
Section
Articles

References

Cohen, Contributors Nevin, and Paul Robbins. 2011. “Green Business : An A-to-Z Guide Dematerialization.” 128–32. doi:10.4135/9781412973793.
Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Oxford, England: Capstone Publishing.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI Universal Standards 2021. Amsterdam, Netherlands: Global Reporting Initiative.
Gray, R., Kouhy, R., & Lavers, S. (1995). Corporate social and environmental reporting: A review of the literature and a longitudinal study of UK disclosure. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 8(2), 47–77.
Gray, Rob, Reza Kouhy, and Simon Lavers. 1995. “Corporate Social and Environmental Reporting.”
Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2009). Managerial Accounting (8th ed.). Mason, OH: South-Western Cengage Learning.
International Federation of Accountants. (2021). Environmental Management Accounting: International Guidance Document. New York, NY: International Federation of Accountants.
Lako, A. (2018). Akuntansi Hijau: Isu, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Empat.
Ma’rifat, Alkhilyatul, and Iryanto Jaya. 2024. “TPK Kupang Catat Arus Peti Kemas 96.205 TEUs Hingga September 2025.” 306–12.
Nazarwin. 2025. “Pengaruh Implementasi Green Port Terhadap Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim Di Pelabuhan Indonesia.” Jurnal Cakrawala Bahari 8(1):236–47. https://jurnal.poltekpelsumbar.id/index.php/jcb/article/view/156?utm_source.
Nilasari, F. 2020. “No TitleAnalisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Pengelolaan Limbah Di Pabrik Gula Djatiroto.” Accounting Research Unit (ARU Journal) 1(1):33–42. https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/ifi/article/download/3350/2965/35134?utm_source=
Porter, M. E., & van der Linde, C. (1995). Green and competitive: Ending the stalemate. Harvard Business Review, 73(5), 120–134.
Republik Indonesia. 2007. “Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.”
Republik Indonesia. 2009. “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.”
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.
Suchman, Mark C. 1995. “Managing Legitimacy: Strategic and Institutional Approaches.” Academy of Management Review 20(3):571–610. 10.5465/amr.1995.9508080331.
Ulupui, I. Gusti Ketut Agung, Yunika Murdayanti, Astari Cita Marini, Unggul Purwohedi, Mardi, and Heri Yanto. 2020. “Green Accounting, Material Flow Cost Accounting and Environmental Performance.” Accounting 6(5):743–52. doi:10.5267/j.ac.2020.6.009.