ANALISIS STRUKTUR DAN PERILAKU PASAR KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN MANGGARAI
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan perilaku pasar komoditas kakao di Kabupaten Manggarai serta keterkaitannya dengan posisi tawar petani. Penelitian didasarkan pada tren penurunan produksi kakao periode 2021–2025 sebesar 17,1% dari 603 ton menjadi 499,78 ton, serta kondisi pasar yang belum efisien. Data diperoleh dari 104 responden yang terdiri atas petani dan pedagang kakao di kecamatan sentra produksi seperti Ruteng, Satar Mese, dan Cibal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis CR4 dan HHI untuk mengukur konsentrasi pasar, serta analisis perilaku pasar melalui teknik deskriptif kuantitatif dan tabulasi frekuensi terkait mekanisme harga, sistem pembayaran, dan fungsi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar kakao di Manggarai cenderung oligopsoni, ditandai dengan banyaknya petani kecil berhadapan dengan sedikit pedagang pengumpul. Nilai CR4 sebesar 91,06% dan HHI sebesar 2.741,55 menunjukkan konsentrasi pasar sangat tinggi, di mana empat pedagang terbesar menguasai lebih dari 90% pangsa pasar. Kondisi ini memperkuat dominasi pedagang dalam penentuan harga. Perilaku pasar yang ditemukan meliputi penetapan harga sepihak, sistem pembayaran tidak fleksibel, serta indikasi koordinasi antar pedagang. Situasi tersebut melemahkan posisi tawar petani dan menekan kesejahteraan mereka. Penelitian menegaskan perlunya intervensi kebijakan dan penguatan kelembagaan petani untuk menciptakan sistem pemasaran kakao yang lebih kompetitif dan berkeadilan.
Kata Kunci : Kakao, Manggarai, Oligopsoni, Perilaku Pasar, Struktur Pasar
Downloads
Article Details
References
Anam, I. J., & Saifi, M. (2025). Analisis Dominasi Pembeli Dalam Penetapan Harga Kopi di Sidorenggo Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 3590-3599.
Bain, J. S. (1959). Industrial organization. New York, NY: Wiley.
Fadli Husen, M., et al. (2022). Hambatan masuk pasar bawang merah di Kecamatan Sambi Rampas. Jurnal Agribisnis, 9(3), 201–215.
Fitri, A., & Rohman, M. (2023). Konsentrasi pasar dan keuntungan perusahaan. Jurnal Ekonomi Industri, 15(2), 77–89.
Hadipuro, S. (2022). Hambatan masuk dan persaingan industri. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 14(1), 55–70.
Hasibuan, R., & Sipahutar, J. (2024). Efisiensi pemasaran komoditas perkebunan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(3), 112–126.
Lorok, D. L. D., Nendissa, D. R., & Pudjiastuti, S. S. (2023, January). Struktur dan Kinerja Pasar Jagung (Studi Kasus Lokasi Program TJPS Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang). In Prosiding Seminar Nasional Pertanian (Vol. 1, No. 1, pp. 119-125).
Mardiana, M., Agustina, N. C., & Syofyanita, M. (2025). Analisis Scp (Structure-Conduct-Performance) Pada Industri Minuman Kekinian Di Kecamatan Tampan. Jurnal Transformasi Ekonomi dan Inovasi Keuangan, 9(4).
Mason, E. S. (1949). Economic concentration and monopoly problem. New York, NY: Columbia University Press.
Mubarok, M. K. R., Susanto, J., & Bhinadi, A. (2022). Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit. SINOMIKA Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi Dan Akuntansi, 1(4), 951-964.
Naninuna, P. H., Nendissa, D. R., Kiak, N. T., Pellokila, M. R., & Tshilowa, P. F. (2025). Structure, conduct, and performance analysis of the seaweed market in eastern Indonesia: a case study from Rote Ndao. Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE), 6(1), 11-19.
Scherer, F. M., & Ross, D. (1990). Industrial market structure and economic performance. University of Illinois at Urbana-Champaign's Academy for entrepreneurial leadership historical research reference in entrepreneurship.
Sudiyono, A. (2002). Pemasaran pertanian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.