Studi Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Patah Tulang bagi Masyarakat Etnis Ngadha, Kabupaten Ngada-Nusa Tenggara Timur

  • Hilaria Bupu(1)
    SMA Swasta Regina Pacis Bajawa
  • Maria Katharina Longa(2*)
    SMA Swasta Regina Pacis Bajawa
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Etnomedisin, Patah Tulang, Etnis Ngadha

Abstract

Studi etnomedisin digunakan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat oleh etnis tertentu. Pasien patah tulang pada masyarakat etnis Ngadha masih melakukan pengobatan dengan melibatkan penyehat tradisional dan menggunakan ramuan yang terbuat dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, sumber pengetahuan, sumber dan bagian tumbuhan, pengolahan, penggunaan dan lama waktu yang digunakan dalam pengobatan tradisional patah tulang bagi masyarakat etnis Ngadha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan cluster random sampling menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penyehat tradisional yang menjadi responden dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan tradisional patah tulang etnis Ngadha sejumlah 17 jenis, yaitu: pucuk daun kemiri, pucuk daun waru, bawang putih, daun asam berduri, bluntas, kumis kucing, damar merah, damar hijau, damar cina, kunyit putih, temulawak biru, temulawak kuning, kunyit hutan, bawang merah, kemiri, jahe, dan beras merah yang tergolong ke dalam 9 famili dengan Zingiberaceae sebagai famili yang paling dominan digunakan. Sumber pengetahuan para penyehat patah tulang diperoleh secara turun temurun dan melalui ilham/mimpi. Tumbuhan yang dijadikan obat patah tulang bersumber dari perkarangan rumah, kebun, hutan, dan pasar. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, rimpang, umbi dan biji yang selanjutnya diolah dengan cara ditumbuk, direbus, diblender, dan dikukus. Cara yang paling lazim digunakan dalam pengobatan patah tulang adalah dibalur dan dikompres. Penyembuhan patah tulang menggunakan bantuan penyehat tradisional di etnis Ngadha membutuhkan waktu 1-2 bulan, 2 bulan yang disesuaikan dengan usia pasien dan kondisi patah tulang yang dialami.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2023-05-25
How to Cite
Bupu, H., & Longa, M. (2023). Studi Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Patah Tulang bagi Masyarakat Etnis Ngadha, Kabupaten Ngada-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Beta Kimia, 3(1), 1-16. https://doi.org/10.35508/jbk.v3i1.9637

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.