Karakterisasiasam Amino dan Gugus Fungsi pada Tepung dan Ekstrak Belalang

  • Dodi Darmakusuma(1*)
    Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana
  • Yohanita D.P. Parada(2)
    Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana
  • Bibiana D. Tawa(3)
    Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Kata Kunci: Belalang, tepung belalang, ekstrak belalang, protein, asam amino, HPLC, FTIR, sumber protein alternatif.

Abstract

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asam amino dan gugus fungsi pada
tepung dan ekstrak belalang dilakukan melalui analisis protein, asam amino, dan gugus fungsi.
Tahapan penelitian meliputi pembuatan tepung dan ekstrak belalang, proses ekstraksi, analisis
asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), penentuan
kadar protein menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta identifikasi gugus fungsi
menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung
belalang mengandung protein sebesar 12,6%, sedangkan ekstrak belalang mengandung protein
sebesar 10,1%. Analisis HPLC mengidentifikasi keberadaan asam amino sistin sebagai salah
satu komponen utama. Spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan khas gugus O–H, N–H,
dan C=O yang mengindikasikan keberadaan senyawa protein dan asam amino. Temuan ini
memberikan gambaran mengenai komposisi kimia serta potensi biologis tepung dan ekstrak
belalang sebagai sumber pangan dan pakan yang berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2022. SNI 7949:2022 tentang Kitosan – Syarat
Mutu dan Pengolahan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. Badan Standardisasi
Nasional (BSN). 2015. SNI 8173:2015 - Pakan Alternatif Berbasis Serangga. Jakarta:
BSN.
2. Chandra, W., Ilhami, M., Ariwibowo, S., Riche, R., & Napitupulu, S. (2024). Studi
Pengalaman Pengguna pada Aplikasi Telemedicine Halodoc: Temuan dan
Rekomendasi. SATESI: Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informasi, 4(2), 193–199.
3. Foyer, C. H., and Noctor, G. (2011). Ascorbate and Glutathione The heart of the redox.
Plant Physiology, 155(1), 2-18.
4. Hasnan, F. F. B., Feng, Y., Sun, T., Parraga, K., Schwarz, M., dan Zarei, M. 2023.
Insects as Valuable Sources of Protein and Peptides: Production, Functional
Properties, and Challenges. Foods, 12(23), 4243.
5. Kusmaryani. 2005. Prospek Tepung Belalang Kayu (Melanoplus cinereus) Sebagai
Alternatif Sumber Protein Hewani Bagi Kesehatan Masyarakat. Skripsi. Universitas
Negeri Semarang.
6. Wijaya, H. 2019. Pengaruh Proses Pengolahan terhadap Karakteristik Protein Alergen
Belalang Sawah (Oxya chinensis). International Journal of Renewable Energy
Development.
7. Yang, J., Zhou, S., Kuang, H., Tang, S., and Song, J. (2024). Edible Insects as
Ingredients in Food Products: Nutrition, Functional Properties, Allergenicity of Insect
Proteins, and Processing Modifications. Critical Reviews in Food Science and
Nutrition, 64(17), 10361–10383.yan
8. Zhang, J., Li, H., Wang, X., Chen, Y., dan Liu, Q. 2022. Extraction and Application of
Chitosan from Locust Biomass. Journal of Biopolymer Science, 28(3), 123–135.

PlumX Metrics

Published
2026-07-29
How to Cite
Darmakusuma, D., Parada, Y., & Tawa, B. (2026). Karakterisasiasam Amino dan Gugus Fungsi pada Tepung dan Ekstrak Belalang. Chemistry Notes, 8(1), 50-61. https://doi.org/10.35508/cn.v8i1.27133

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.